Tips Ampuh Membangun Keterampilan Menulis

Tips Ampuh Membangun Keterampilan Menulis

Tips Membangun Keterampilan Menulis
 
Tips Ampuh Membangun Keterampilan Menulis – Bahasa memungkinkan manusia untuk saling berkomunikasi, saling berbagi pengalaman, belajar dari orang lain, dan berguna untuk meningkatkan kemampuan intelektual. Telah kita ketahui bahwa untuk berkomunikasi bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan lisan ataupun tulisan.

Keterampilan menulis bukanlah suatu keterampilan yang tidak bisa di dapat hanya dengan belajar saja. Seseorang tidak akan memperoleh keterampilan menulis hanya dengan menulis terhadap apa yang di dengar. Pembelajaran menulis dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan menulis terus-menerus. Menulis adalah sebuah usaha yang dilakukan oleh seseorang yang membuat tulisan kepada seseorang yang akan membaca tulisannya. Berdasarkan batasan ini maka dapat dikatakan bahwa tujuan menulis adalah (1) untuk memberitahukan sebuah informasi, (2) bertujuan untuk meyakinkan orang yang membaca (3) bertujuan untuk menghibur atau menyenangkan atau yang mengandung tujuan estetik (4) tulisan yang mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat atau berapi-api.
 

Dalam membangun keterambilan menulis dapat dilakukan dengan:

1. Banyak membaca

keterampilan membaca merupakan keterampilan reseptif karena menyerap informasi yang diperoleh dari kegiatan membaca dan mendengarkan tersebut, sedangkan keterampilan berbicara dan keterampilan menulis merupakan keterampilan produktif karena keterampilan tersebut dapat dituangkan dalam bentuk tulisan sehingga menghasilkan atau memproduksi suatu tulisan dalam bentuk wacana atau karya tulis. Dengan banyak membaca semakin banyak informasi yang didapatkan sertah bertambahnya wawasan, apalagi sekarang untuk mencari bahan bacaan tidaklah sulit. Misalnya sumber bacaan dari internet dan sejenisnya tanpa harus kita membeli buku yang tentunya harganya lumayan mahal. 
 

2. Menulis secara teratur

Menulis itu sendiri merupakan suatu keterampilan berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung atau tanpa tatap muka dengan orang lain. Dalam kegiatan menulis, seorang penulis harus terampil memanfaatkan grafologi atau ilmu kebahasaan dalam menulis (aksara), struktur bahasa, dan kosakata. Keterampilan menulis tidak akan dimiliki seseorang secara dengan sendirinya, melainkan harus melalui latihan dan praktik secara terus menerus dan konsisten. Keterampilan menulis juga bukan merupakan sebuah keterampilan yang sederhana, melainkan mengharuskan sejumlah kemampuan lain untuk mendukungnya. Berapapun sederhananya tulisan yang dibuat, penulis tetap dituntut memenuhi persyaratan  yang telah ditentukan yaitu kemampuan mengekspresikan berbagai pikiran, gagasan, pesan dan daya khayal, serta penggunaan bahasa yang tepat. Dengan menulis secara teratur pastinya akan menambah banyak sekali pengalaman yang bermanfaat, serta bisa belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya. 
 

3. Belajar cara menulis yang baik dan benar

Cara menulis yang baik pada dasarnya adalah tulisan yang enak untuk dibaca dan terkesan menarik bagi pembacanya. Jika membuat tulisan-tulisan resmi pastinya mempunyai berbagai macam format atau cara penulisan yang berbeda. Tetapi untuk sekedar tulisan yang ringan atau tidak resmi hal yang terpenting adalah kerapian (Huruf, paragraph, ejaan, dsb) supaya enak untuk dibaca dan tidak menyulitkan pembaca. Aspek-aspek dasar yang harus diperhatikan ketika menulis, Aspek pengambangan gagasan, Aspek kesesuaian dan kejelasan isi tulisan, Aspek kelengkapan unsur tulisan, Aspek kebahasaan, Aspek kerapian kerangka. Untuk membuat tulisan resmi perlu memperhatikan format penulisannya, maka hal ini juga penting untuk dipelajari karena akan membantu kita pada nantinya. Pastinya dalam kehidupan kita sering dihadapkan kepada pembuatan tulisan-tulisan resmi, misalnya di sekolah, pada saat perkuliahan, pekerjaan dan sebagainya. 
 

4. Memperhatikan Kondisi ketika menulis

Untuk membuat tulisan yang berasal dari diri sendiri bukanlah sesuatu yang mudah. Terkadang kita mengalami kesusahan dalam menentukan judul, merangkai kata dan hilangnya konsentrasi. Yang dimaksud memperhatikan kondisi di sini adalah dimana kita memposisikan kapan waktu yang tepat untuk menulis, dan dimana tempat yang tepat untuk menulis agar memunculkan perasaan nyaman dan tenang. Dengan begi maka ide-ide akan semakin banyak mengalir di fikiran kita. Contohnya menulis ketika waktu luang karena tidak ada kesibukan, menulis saat pikiran tenang dan tidak ada beban. 
 
 
 
Untuk membuat tulisan yang baik hendaknya seorang penulis lebih aktif dan berperilaku positif dalam menentukan topik yang akan ia tulis dan selalu berlatih untuk menulis, yang paling utama dalam menulis pengalaman pribadi. Karena pengalaman pribadi lebih memiliki point plus karena dengan itu seorang penulis bisa menunjukan ciri khas dan gaya dari tulisannya. Semoga tulisan ini bermanfaat. 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *