Pengendalian Dan Pengobatan Daun Cabai Keriting

Pengendalian Dan Pengobatan Daun Cabai Keriting
Daun Cabai Keriting
Keriting daun pada tanaman cabai sudah menjadi permasalahan serius yang dialami oleh para petani cabai di Indonesia. Keriting daun dapat menyebabkan gagal panen atau menurunkan produktivitas cabai. Dalam hal ini perlu adanya teknik pengendalian yang mampu memecahkan permasalahan ini, dan faktanya cabai keriting sudah menjadi momok dan topik pembicaraan di kalangan petani baik pada diskusi-diskusi di forum media sosial dan sejenisnya. bahkan banyak dari para petani cabai yang bertanya apa obat untuk cabai keriting? hama yang menyebabkan cabai keriting? untuk itu penulis akan sedikit menjelaskannya pada artikel ini.

Sebelum melakuan pemecahan permasalahan ini sebaiknya terlebih dahulu memahami apa penyebab cabai keriting. Tanaman cabai sangat rawan terserang keriting bisanya ketika musim kemarau, apalagi untuk saat ini keadaan iklim di negara kita ini sangat tidak menentu. Kemudian penyebab lain keriting daun  kemungkinan adalah disebabkan oleh hama-hama perusak seperti Thrips dan tungau (kutu daun)

Thrips merupakan hama yang berukuran kecil dan pengendaliannya cukup susah. Sasaran utama hama thrips adalah bagian daun tanaman dan biasanya hama ini bersembunyi di bagian bawah daun dan kemudian menghisap cairan pada daun serta menyebarkan virus. Kemudian masalah seriusnya adalah hama ini dapat berkembang biak dengan cepat seperti halnya tungau. Thrips dapat bertelur dan menetas hingga jumlah ribuan dalam waktu yang sangat singkat. Untuk lebij jelasnya mengenai penjelasan hama thrips dan tungau (kutu daun) anda bisa membaca tulisan Hama Thrips.

Lalu bagaimana cara pengendalian keriting daun pada tanaman cabai?
Sudah diketahui bahwa penyebab utama keriting daun adalah disebabkan oleh hama thrips dan kutu daun (tungau) dan juga dipengaruhi oleh faktor iklim. Maka pengendalian yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:
 

Melakukan Sanitasi Lahan

Sanitasi adalah pembersihan lahan agar hama dan penyakit tidak dapat berkembang biak. Sanitasi bisa dilakukan sebagai pencegahan supaya tanaman cabai tidak terserang keriting daun. Cara melakukan sanitasi bisa dengan cara melakukan pembersihan dan perapian lahan, misalnya membersihkan lahan dari kotoran-kotoran pada saat pra tanam. Karena kondisi lahan yang kotor dapat memicu perkembangan bakteri dan hama-hama yang dapat merusak tanaman. Sebagai contoh lahan yang baru selesai di bongkar atau akan dilakukan pergantian tanaman, akan tetapi lahan tersebut masih terdapat sisah-sisah kotoran dari bekas tanaman sebelumnya seperti ranting, akar, bekas mulsa dan sejenisnya. Akibat hal itu dikawatirkan akan memicu munculnya hama dan penyakit.
 
 

Membersihkan Gulma Secara Rutin

Gulma adalah rumput liar yang mengganggu pertumbuhan tanaman dan juga akan mengambil makanan tanaman peliharaan. Selain menghambat pertumbuhan cabai, gulma dapat memicu perkembangbiakan hama. Dengan pembersihan gulma akan memberikan banyak sekali keuntungan yaitu tanaman akan lebih subur karena tidak berebut makanan dengan gulma, pertumbuhan tanaman akan jauh lebih cepat, tanaman akan lebih produktif dan yang paling utama adalah mengurangi perkembangbiakan hama dan penyakit.
 
 

Jauhkan Tanaman Dari Tanaman Sejenis Yang Lebih Tua

Sering sekali para petani melakukan kesalahan dengan menanam tanaman sejenis di dekat tanaman sejenis yang lebih tua. Perlu diketahui bahwa tanaman yang sudah berusia tua akan menjadi sarang dari hama dan kemudian setelah tanaman itu habis maka hama akan berpindah menyerang ke tanaman yang lebih muda. Untuk itu sebaiknya  tanaman sejenis yang lebih tua harus berada jauh dari tanaman yang muda.
 
 

Tidak Menanam Pada Lahan Bekas Cabai

Lahan yang sebelumnya telah ditanami cabai sebaiknya jangan langsun ditanami cabai lagi. Dalam ilmu pertanian sangat dianjurkan untuk melakukan penggiliran tanaman guna menghindari gagal panen. Kenapa tidak boleh menanam pada lahan bekas tanaman sejenis? Bukannya tidak boleh, tapi apabila dilakukan pasti dalam pengendalian hama dan penyakit akan sangat berat dan lebih susah. Alasan yang masuk akal adalah lahan bekas tersebut masih terdapat sisah-sisah hama dan penyakit yang sebelumnya.
 
 

Pengendalian Daun Cabai Keriting Dengan Obat

Apabila tanaman cabai sutah terserang keriting daun maka pengendalian yang harus dilakukan adalah dengan pengobatan berupa pemberian insektisida dan akarisida. Insektisida berfungsi untuk membasmi hama perusak tanaman jenis serangga. Insektisida yang bisa digunakan yaitu Curacron, Regent, Biocron, Lannet dan lain-lain. Selanjutnya adalah pengobatan berupa pemberian akarisida yang berfungsi untuk membasmi hama jenis kutu. Akarisida yang bisa dikunakan untuk pengendalian cabai keriting adalah Agrimec, Demolish, Samite dan sejenisnya. Serta bisa juga diberikan tambahan pupuk daun untuk tahap pemulihan. Pemberian pestisida harus dilakukan sesuai dosis atau takaran yang benar agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Demikian artikel pengendalian keriting daun pada tanaman cabai ini saya buat. Apabila terdapat kesalahan atau kekurangan pada semua yang saya sampaikan harap dikoreksi. Semoga tulisa ini bisa bermanfaat dan menjadi ilmu yang sangat berguna bagi pembacanya dan berbuah pahala bagi penulisnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *