Memahami Morfologi Cabe Rawit

Memahami Morfologi Cabe Rawit
Memahami Morfologi Cabe Rawit – Untuk melakukan budidaya cabai rawit sebaiknya kita harus memahami terlebih dahulu tentang morfologi tanaman cabai rawit sebagai ilmu dan pengetahuan dasar sebelum melakukan budidaya. Lalu apa itu morfologi? Morfologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bentuk-bentuk dan struktur dari makhluk hidup, baik itu hewan ataupun tumbuhan. Ditinjau dari segi morfologi pada tanaman cabai rawit terdapat beberapa bagian atau organ-organ penting yaitu sebagai berikut. 


Batang
Cabai rawit merupakan salah satu tanaman yang memiliki struktur batang berupa kayu yang berbentuk bulat, memiliki cabang yang banyak dan cenderung berwarna hijau tua atau hijau gelap. Pada tahap pertumbuhan awal batang cabai rawit hanya memiliki satu batang inti dari satu benih yang ditanam. Setelah cabai tumbuh hingga ketinggian 25-50 cm maka akan muncul tunas-tunas baru dari batang inti yang kemudian akan menjadi cabang batang.

Daun
Organ penting yang kedua dari tanaman cabai rawit adalah daun. Daun cabai rawit hampir mirip dengan cabai-cabai jenis lainnya pada umumnya, akan tetapi apabila dilihat secara jelih akan tampak jelas berbeda. Daun cabai rawit bentuknya hampir lebih bulat dan memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dengan cabai jenis lain.

Bunga
Bunga pada tanaman cabai rawat merupakan hasil dari penyerbukan, baik penyerbukan yang dilakukan oleh satu tanaman atau dengan penyerbukan secara silang (penyerbukan yang berasal dari tanaman cabai rawit yang berbeda). Layaknya pada tanaman buah pada umumnya, bunga tanaman cabai rawit nantinya juga akan berubah menjadi buah, dan biasanya bunga akan tumbuh pada bagian ketiak batang dan ranting. Akan tetapi setelah dilakukan pemanenan secara berulang maka bunga akan muncul juga di bagian ranting-ranting yang kecil.

Buah
Buah adalah hasil dari proses penyerbukan yang dimana sebelumnya adalah berupa bunga yang kemudian menjadi putting buah. Mengenai buah cabai rawit pastinya bentuknya lebih kecil dan pendek dibandingkan dengan cabai besar dengan ukuran 2-4 cm. sebenarnya untuk ukuran buah cabai rawit sendiri sangatlah bervariasi sesuai dengan jenis dan varietasnya masing-masing, begitu juga dengan penampilan warnanya, yaitu hijau, hijau muda, hijau tua, hijau kemerahan dan sebagainya. Selanjutnya tingkat kepedasan juga dipengaruhi oleh jenis dan varietasnya, tercadat buah yang tingkat kepedasannya rendah, sedang dan tinggi.

Biji
Bentuk biji tanaman cabai rawit adalah bulat pipih yang melekat pada empulur apabila dikelupas bagian kulitnya kemuidan berwarna putih dan apabila dikeringkan akan berwarna agak kuning pucat. Biji sangat berguna untuk perkembangbiakan tanaman cabai, para petani bisa melakukan perbanyakan tanaman cabai dengan menggunakan biji dengan cara yang bervariasi.

Akar
Selanjutnya adalah akar tanaman cabai rawit merupakan jenis akar tunggang, yaitu akar yang berbentuk memanjang menghunus tanah dan disertai serabut-serabut disekelilingnya. Akar berfungsi sebagai organ yang menyerap makanan tanaman dan air. Serta dengan bantuan akar tanaman akan dengan cepa menyerap pupuk dan unsur hara pada tanah. Akar tanaman cabai rawit akan mesuk ke dalam tanah dan menyebar hingga hampir 30 cm.

Pada tanaman cabai rawit setidaknya terdapat enam organ inti yaitu batang, daun, bunga, buah, biji dan akar. Dengan mengetahui organ-organ inti ini pasti akan memunculkan sebuah gambaran tentang cabai rawit di benak saudara sekalian. Semoga tulisan ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat dan berguna untuk kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *