Cara Mengawinkan Ayam Bangkok Agar Produktif

Mengawinkan Ayam Bangkok


Cara Mengawinkan Ayam Bangkok Agar Produktif – Agar menjadi peternak ayam bangkok yang sukses keterampilan yang harus dimiliki adalah paham tentang bagaimana cara mengawinkan ayam bangkok secara benar. Perkawinan merupakan langkah bagi para peternak untuk melakukan pengembangbiakan binatang ternak. Pada dasarnya, ayam bangkok dapat melakukan perkawinan tanpa adanya campur tangan manusia, akan tetapi dalam budidaya seorang peternak wajib dan diharuskan memiliki pengetahuan tentang cara pengembangbiakan agar ayam bangkok dapat lebih produktif. 


Berternak ayam bangkok sangat berbeda dengan ternak ayam lain. Nilai jual ayam bangkok akan lebih tinggi apabila ayam bangkok tersebut berkualitas. Maka sebelum proses mengawinkan peternak harus mengenal ciri ayam bangkok berkualitas sebagai acuan budidaya pengembangan ayam bangkok. Ciri induk ayam bangkok dan pejantan sangat mempengaruhi anak ayam yang dihasilkan.

 

Sistem Perkawinan Ayam Bangkok yang Bisa Digunakan

Stud Mating: Yaitu sistem perkawinan yang mengunakan satu indukan pejantan dan satu indukan betina. Kelebihannya adalah tingkat telur yang dihasilkan akan lebih jelas dan terjamin kualitasnya. Akan tetapi apabila dalam usaha budidaya yang berskala besar sistem perkawinan ini dianggab kurang bagus karena akan terlalu banyak menggunakan ayam pejantan dalam proses mengawinkan.


Pen Mating: yaitu sistem perkawinan yang menggunakan satu ayam pejantan untuk 4-5 ayam bangkok betina. Kelebihannya adalah akan lebih cepat memproduktifkan budidaya, dengan sistem ini pejantan yang digunakan juga tidak terlalu banyak. Sedangkan kelemahannya adalah akan ada indukan ayam bangkok yang akan terintimidasi, bisa saja kalah bertarung dengan betina lainnya atau tidak disukai oleh ayam bangkok pejantan. 

Flock Mating: yaitu sistem perkawinan yang menggunakan beberapa jumlah ayam jantan dan beberapa ayam betina. Kelebihannya adalah telur yang dihasilkan akan lebih bervariasi, akan tetapi untuk budidaya ayam bangkok sistem ini kurang bisa diterapkan karena biasanya pejantan akan bertarung dengan pejantan lainnya apabila dicampur dalam satu kandang.


Inseminasi Buatan (IB): yaitu sistem perkawinan unggas yang modrn dengan menggunakan teknologi peternakan. Sistem ini dilakukan dengan menyuntikan sel sperma ayam kepada ayam betina dengan bantuan manusia. Akan tetapi, sistem perkawinan ini kurang efektif untuk diaplikasikan pada ternak ayam bangkok.

Cara Mengawinkan Ayam Bangkok
Cara mengawinkan ayam bangkok bisa dilakukan dengan mengunakan salah satu sistem perkawinan yang sudah dijelaskan di atas. Menurut penulis, untuk mengawinkan ayam bangkok agar menghasilkan keturunan yang berkualitas bisa menggunakan sistem Stud Mating dan Pen Mating. Kemudian prose mengawinkan bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Apabila anda menggunakan sistem perkawinan Stud Mating (satu pejantan dan satu betina) bisa dilakukan dengan kandang yang berukuran 2×2 meter. Sedangkan jika mengunakan sistem  Pen Mating (satu pejantan dan banyak betina) maka bisa menggunakan kandang yang berukuran lebih besar, misal 2×4 meter atau juga bisa dilakukan tidak di dalam kandang dalam artian ayam diumpar atau di liar di halaman terbuka.


Langkah selanjutnya biarkan ayam jantan dengan ayam betina melakukan perjodohan secara alami. Biasanya ayam yang jodoh akan bertelur hanya dalam hitungan hari. Untuk penggunaan ayam betina yang lebih banyak maka yang perlukan adalah kesabaran. Pejantan tidak akan mengawini semua betina secara sekaligus, tapi untuk pejantan yang produktif bukan tidak mungkin untuk melakukan perkawinan secara serentak. Jika dalam perjodohan hanya beberapa ayam betina yang mau bertelur maka tunggu hingga ayam betina yang bertelur hingga dia mengeram, maka otomatis pejantan akan melanjutkan kepada ayam betina yang selanjutnya.

Pembuatan Tempat Bertelur (Sarang)

Induk yang sudah menjalani proses perkawinan akan sesegera mungkin mencari tempat bertelur atau sarang. Kita bisa membuatkan sarang bertelur dengan menggunakan jerami yang dimasukan ke dalam kotak atau bisa juga menggunakan kardus yang pas. Usahakan jangan biarkan induk ayam bertelur secara sembarangan dan melatihnya untuk menurut ditempatkan pada sarang yang kita buatkan. 


Untuk sistem mengawinkan indukan yang lebih banyak hindari supaya induk ayam bangkok tidak berebut sarang dengan yang lainnya. Sebaiknya sarang diletakan pada tempat yang agak berjauhan agar tidak salah bertelur. Biasanya untuk jumlah indukan yang banyak akan ada indukan yang susah diatur dan masih tetap merebut sarang induk lainnya, maka yang harus dilakukan adalah pindahkan saja induk yang sarangnya direbut ke tempat lain dan biarkan induk ayam yang susah diatur menempati sarang tersebut.


Sarang bertelur haruslah nyaman dan memiliki suhu udara dan kelembaban yang teratur, usahakan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Mudah dijangkau oleh induk ayam, ayam akan turun dari sarang saat lapar dan haus, maka buatlah sarang yang mudah dijangkau oleh induk ayam.

Perawatan Setelah Telur Menetas

Sangat penting bagi peternak untuk melakukan tindakan khusus setelah telur ayam menetas, misal memindahkan anak ayam ke kandang bok, memisahkan induk ayam agar tidak mengganggu indu ayam yang masih mengerami telur saat anak ayam dipindahkan ke kandang bok. 


Anak ayam sebaiknya dipindahkan ke kandang bok khusus untuk anakan ayam guna menghindari risiko kematian anak ayam. Dan kemudian sebaiknya pisahkan indukan yang anaknya di pindah ke kandang bok kerana induk ayam akan stres dan bisa saja mengganggu induk lain yang masih mengeram. (Baca Lebih Lengkap Tentang Perawatan Ayam Bangkok Saat Menetas)


Kemudian ketika ayam menetas berikan asupan gizi yang baik bagi anak ayam supaya bisa tumbuh dengan baik. pakan sangat mempengaruhi pertumbuhan ayam, untuk itu perlu penyesuaian pakan ayam bangkok berdasarkan usia. pada saat baru menetas pakan yang diberikan adalah konsentrat yang berukulan kecil. (Lebih jelasnya baca Pakan Ayam Bangkok Sesuai Usia)

Dengan melakukan proses mengawinkan yang benar maka bukan tidak mungkin akan didapat hasil anak ayam yang nantinya akan menjadi ayam bangkok berkualitas dan bernilai jual tinggi, maka harus dilakukan perawatan sejak ayam masih muda. Memang dalam mengawinkan ayam bangkok bisa dibilang gampang-gampang susah dan terkadang masih memiliki berbagai macam kendala seperti induk ayam tidak mau dikawinkan atau pejantan tidak produktif dan kendala-kendala lainnya. Demikianlah tulisan ini saya buat, apabila terdapat kesalahan dan kekurangan harap dikoreksi dan semoga tulisan ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *