Ciri-ciri Ayam Siap Diadu

aya, siap diadu
Ciri-ciri Ayam Siap Diadu – Kesiapan ayam saat diadu adalah salah satu faktor penentu kemenangan. Sangatlah rugi apabila seorang botoh mengadu ayam yang masih dalam keadaan belum siap dan juga pastinya  akan berdampak buruk terhadap ayam adauan kesayangan mereka. Ayam yang belum siap bisa saja mengalami cedera saat diadu, kalah atau bahkan berakhir dengan kematian.

Dengan demikian perlulah sebagai botoh untuk mempersiapkan kondisi ayam secara matang sebelum diadu. Persiapan-persiapan bisa dilakukan dengan cara latihan secara rutin, meningkatkan teknik pukul, pernafasan, pemberian obat-obatan herbal, vitamin, jamu dan persiapan lainnya.

Baca Juga : Perawatan Wajib Ayam Aduan Setelah Diadu

Tidak hanya itu, sebagai seorang botoh yang terpenting adalah tahu bagaimana saat ayam benar-benar siap untuk diadu atau turun gelanggang. Pada tulisan ini penulis akan memberi gambaran mengenai bagaimana ciri ayam yang sudah siap untuk diadu.

 

Ayam yang siap diadu biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Bentuk dan warna kulit ayam

Kondisi kulit ayam yang siap tarung adalah halus dan berwarna merah tua dan tidak terlihat pucat pada bagian muka, paha, dada, leher. Dalam hal ini kulit ayam dikatakan halus yaitu bentuk kulit megkilat layaknya diolesi dengan minyak sayur dan berwarna merah. Kemudian untuk mengamati kulit ayam bisa dilakukan setelah memandikan ayam aduan. untuk ayam yang belum siap biasanya kulit akan berwarna pucat dan terkadang cepat mengalami perubahan yang kadang-kadang pucat dan kemudian merah.

 

Bulu yang mengkilat

Biasanya para botoh senior juga menggunakan keadaan bulu untuk menjadi pertimbangan tolak ukur ayam yang siap diadu. Tapi menurut penulis setuju dengan hal ini, faktanya ayam yang kurang fit/kurang sehat bulunya akan cenderung terlihat kusam dan kumal. Ayam yang bulunya mengkilat juga akan lebih terlihat berwibawa dan gagah, tidak hanya itu tingginya vitalitas ayam diikuti dengan ciri bulu yang terlihat mengkilat.

 

Sikap agresif

Ayam aduan yang siap tarung akan lebih terlihat agresif dan cepat sekali panas. Sikap agresif tersebut biasanya ditunjukan kepada ayam-ayam disekitarnya dan keinginan untuk memukul ayam lain. Untuk menguji keagresifan dari ayam aduan bisa dengan mengurung ayam di dalam kandang dan kemudian dalam waktu yang bersamaan anda mengumbar ayam jantan lain di hadapanya. Ayam yang agresif akan terlihat sangat marah dan seolah-olah mengamuk ingin keluar dari kandang dengan melompat-lompat mendobrak kandang. Untuk ayam yang belum fit keagresifannya hanya dalam batas normal saja.

 

Kondisi stamina ayam

Stamina atau biasa dikenal dengan “Nafas” ayam merupakan penentu dari kesiapan ayam aduan. Ayam yang siap diadu harus memiliki stamina yang bagus agar bisa tahan bahakan sampai waktu setengah jam atau satu jam lebih. Untuk mengetahui kesiapan stamina (nafas) ayam aduan bisa dilakukan dengan mengabar atau latihan tarung. Abar bisa dilakukan selama satu ronde atau dengan kisaran waktu 15-20 menit. Jika ayam mampu bertahan selama waktu tersebut dan pukulan yang dilesatkan ayam masih akurat berarti ayam bisa dikatakan siap tarung jika belum maka ayam masih butuh perawatan lagi untuk beberapa waktu hingga ayam benar-benar siap.

 

Mental

Mental adalah keberanian dari ayam aduan untuk menghadipi lawanya. Mental sangat penting sekali dalam menentukan kelangsungan pertarungan. Kasus kegagalan mental ini biasa terjadi pada ayam yang masih berumur muda dan masih pilih-pilih lawan. Sangat mengecewakan apabila semuanya sudah siap tapi ayam malah lari atau tidak mau melanjutkan pertarungan karena lemah mental yang tentu saja ayam aduan kita langsung kalah. Untuk itu, saran dari saya sebaiknya mempersiapkan mental ayam sebelum diadu. Melatih mental ayam aduan bisa dengan cara abar dengan lawan yang berbeda secara berkala dengan tujuan ayam tidak kaget saat bertanding karena sudah memiliki banyak pengalaman.

  • Baca Juga:

Pada dasarnya semua kegiatan adalah proses untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, persiapan yang matang adalah kunci dari keberhasilan dan juga untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. Sekian dari tulisan ini saya buat dan apabila ada kekurangan atau kesalahan harap dikoreksi.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *