Pembahasan Cabai Rawit

Pembahasan Cabai Rawit – Bagi masyarakat Indonesia tentunya sudah tidaklah asing apabila mendengar sebutan cabai rawit. Cabai rawit sudah bisa dibilang sebagai kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia, hampir semua orang menyukai cabai yang merupakan salah satu komoditas sayuran ini dan terlebih lagi cabai memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dibandingkan dengan sayuran-sayuran lainnya. sebenarnya Budidaya Cabe Rawit sangatlah menjanjikan dan mungkin bisa mengangkat perekonomian petani.

Benua Amerika adalah dimana tanaman cabai pertama kali dikembangkan terutama di Negara Colombia hingga menyebar ke Amerika Latin lalu hingga mendunia. Cabai masuk ke Indonesia pada awalnya di bawa oleh para pedagang yang berasal dari Negara Spanyol dan Portugis. Sebenarnya terdapat lebih dari 20 jenis cabai yang kebanyakan hidup di benua amerika, tapi sangat disayangkan hanya sedikit dari jenis cabai itu yang terdapat di Indonesia.

Di Indonesia sendiri produktivitas cabai masih sangatlah kurang bahkan terkadang bisa dikatakan sangat buruk. Melihat dari masalah yang telah dijelaskan di atas bahwa produktivitas cabai rawit di Indonesia masih sangat lemah bisa saja menjadi peluang bagi para petani cabai untuk menjadi lebih baik lagi. Bukan hanya masyarakat lokal yang membutuhkan cabai, bahkan masyarakat internasional menganggap bahwa terpenuhinya kebutuhan cabai adalah hal yang harus diwujudkan.


Rendahnya produktivitas cabai baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu varietas tanaman cabai, kondisi geografis, teknik budidaya, dan organisme pengganggu tanaman.  
Jadi untuk kedepannya, sebagai petani cabai langkah yang harus di benahi adalah:
1. Varietas Tanaman Cabai Rawit
Varietas adalah sekelompok tanaman dari suatu jenis atau spesies yang ditandai oleh bentuk dan pertumbuhan tanaman, daun, bunga, buah, biji, dan ekspresi karakter atau kombinasi genotype yang dapat membedakan dengan jenis atau spesies yang sama oleh sekurang-kurangnya satu sifat yang menentukan dan apabila diperbanyak tidak mengalami pertumbuhan.
Saat ini di Indonesia sudah banyak sekali varietas dari cabai rawit yang bisa dikembangkan tentunya dengan nama, kelebihan, kelemahan dan keunikan masing-masing, misalnya Nirmala, Santika, Sonar, Cakra Hijau dan masih banyak lagi. Selanjutnya yang harus dilakukan adalah bagaimana cara dari para petani dan orang-orang yang terkait dengan kegiatan pertanian bisa berupaya untuk meningkatkan produktivitas cabai rawit.

2. Kondisi Geografis
Keadaan suatu tempat sangat mempengaruhi proses tumbuh kembang dari tanaman. Akan tetapi kita ketahui bahwa Indonesia mempunya iklim tropis dan sangan bagus untuk pertanian, terlebih lagi sudah banyak peneliti yang mengungkapkan bahwa cabai rawit cocok atau bisa dibudiayakan di Indonesia.

3. Teknik Budidaya
Teknik budidaya tanaman merupakan proses menghasilkan bahan pangan dan Kekurangan pangan seolah olah sudah menjadi persoalan akrab dengan manusia. Dengan kata lain teknik budidaya adalah cara yang digunakan untuk mendapatkan hasil tanam yang bagus. Teknik budidaya yang baik akan mendapatkan hasil yang melimpah. Tapi sudahkah itu terealisasi? Sepertinya masih kurang, kita lihat saja saat ini teknik pertanian Negara kita masih tertinggal dengan Negara-negara maju seperti Jepang, Singapura yang bahkan hanya memiliki lahan yang terbatas. Untuk itu ini adalah PR bagi generasi penerus Indonesia.

4. Organisme Pengganggu Tanaman
Kita biasa mengenalnya denga hama-penyakit.  Hama adalah binatang atau hewan yang merusak dan mengganggu tanaman peliharaan, sedangkan penyakit adalah kerusakan pada tanaman yang diakibatkan karena iklim, cuaca, virus dan lain-lain. Pengendalian organisme pengganggu tanaman di Indonesia masih membutuhkan biaya yang sangat mahal. Kenapa begitu? Hal itu sangat dirasakan oleh petani yang kebingungan dalam pengendalian tanaman yang membutuhkan biaya yang sangat tinggi (pupuk, obat, sarana-prasaran dll) yang bahkan tidak sesuai dengan hasil mereka ketika gagal panen.

Sebearnya Negeri kita adalah negeri yang makmur. Dalam pengembangan dan pembudidayaan demi meningkatkan produktivitas cabe rawit di Indonesia bukan hanya sekedar menanam sesuai dengan keadaan yang ada. Karena kita harus mempertimbangkan dan bisa mengetahui hal-hal yang munkin terjadi dalam proses pengembangan budidaya cabe rawit tersebut. Baik dalam hal biaya maupun kemampuan dalam mengolah cabe rawit tersebut.


Artikel Terkait

3 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *