Cara Menanam Cabe Rawit Yang Baik Dari Biji Hingga Panen

Cara Menanam Cabe Rawit
Pada tulisan ini admin membahas secara lengkap tentang panduan dan cara tani cabe rawit dari biji hingga panen. kemudian yang dibahas adalah pembibitan cabe rawit, cara penyemaian cabe rawit, kemudian persiapan lahan atau media tanam, Perawatan Cabai Rawit di Lahan Terbuka Hingga Panen, Pengendalian Hama dan Penyakit cabe rawit.


Pembibitan Cabai Rawit

Untuk bertani cabai rawit yang pertama harus dilakukan adalah pembibitan. Pembibitan dapat diartikan sebagai sebuah  kegiatan yang dimana tujuan utamanya untuk mendapatkan bahan tanaman baru (bibit) guna perbanyakan tanaman untuk kebutuhan hidup manusia. Pembibitan adalah langkah awal yang sangat mempengaruhi keberhasilan seorang petani dalam melaksanakan budidaya tanaman.
 
Banyak sekali dari para petani cabai yang gagal gara-gara kesalahan dalam pembibitan. Misalnya bibit atau benih tidak tumbuh, tunas yang baru muncul dimakan hewan (hama), tunas layu bahkan tunas yang tumbuh tidak normal. Tentu saja hal ini bisa sangat merugikan petani cabai rawit.
 
Dilihat dari pembibitan ternyata masih banyak sekali mengalami kendala, maka sebaiknya gunakanlah bibit (benih) yang berkualitas baik, tentunya tidaklah sulit untuk mendapatkan bibit cabai rawit unggul bahkan bisa membuatnya sendiri. 
 
Berikut saya akan berbagi tips dan cara membuat bibit cabai:
 

1. mengamati tanaman cabai yang bagus.

 
Untuk mendapatkan bibit (benih) unggul yang harus dilakukan adalah pengamatan. Kemudian bagian penting yang harus dilihat adalah batang cabai dengan buah yang lebat, keadaan batang yang kuat dan tiding mudah terserang penyakit.  Pada dasarnya pertanian tidak jauh berbeda dengan peternakan dimana faktor keturunan sangat berpengaruh. 
 

2. proses pembuatan bibit

Setelah menemukan tanaman cabai yang akan dijadikan sebagai bibit selanjutnya adalah menunggu buah cabai hingga tua atau merah. Setelah cabai sudah merah berarti sudah bisa digunakan sebagai bibit dengan cara mengeluarkan biji cabai dari buah, bisa dengan disayat atau ditumbuk dan usahakan biji jangan sampai hancur, kemudian rendam biji cabai di dalam air dan buang biji cabai yang  mengambang di permukaan air karena itu kurang bagus. Proses terakhir adalah penjemuran, keringkan biji cabai dan usahakan jangan di bawah terik matahari yang terlalu panas.
 

3. Penyimpanan bibit

Setelah bibit (benih) cabai sudah kering dijemur, usahakan penyimpanan bibit cabai pada suhu udara yang normal, tidak lembab dan kering. Bungkus biji cabai secara rapat untuk mengurangi risiko bibit rusak sebelum disemai. Bibit cabai buatan sendiri bisa bertahan cukup lama dan bahkan bisa bertahan dalam penyimpanan hingga tahunnan. 
 
Itulah sedikit ulasan dari saya mengenai pembibitan tanaman cabai, perlu diketahui bahwa pembibitan tanaman cabai rawit dan cabai merah tidaklah berbeda. Jadi anda juga bisa menerapkan metode pembibitan ini untuk cabai merah. 
 

Penyemaian Cabai Rawit

Penyemaian adalah proses dimana benih atau bibit ditanam pada sebuah media tanam dengan tujan tertentu. Tujuan yang paling utama dari penyemaian adalah untuk pertumbuhan bibit yang maksimal, agar lebih mudah melakukan pemeliharaan dan mudah untuk melakukan pengawasan pada bibit. Jadi intinya penyemaian dilakukan untuk mengurangi risiko gagal tanam.
cara menyemai biji cabai

 

 
Selanjutnya adalah metode penyemaian. Saat ini metode penyemaian yang bisa dipakai sangatlah beragam seperti metode penyemaian tradisional, metode semai gelintir,semai steril pro dan masih banyak lagi. Untuk petani yang memiliki luas lahan yang memadai bisa menggunakan metode penyemaian tradisional sedangkan untuk yang keterbatasan lahan bisa menggunakan metode lainnya. Penyemaian tradisional bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  • membuat bedengan sesuai dengan jumlah benih/bibit yang akan ditanam.
  • setelah bedengan siap kemudian berikan tambahkan pupuk secukupnya pupuk kandang lebih baik untuk digunakan, usahakan jangan terlalu banyak karena bisa menyebabkan bibit tidak tumbuh (gosong).
  • hancurkan tanah pada bagian atas bedengan hingga bercampur dengan pupuk secara merata, kemudian tanah dalam keadaan hancur halus dan rata (artinya tanah yang digunakan adalah tanah yang halus dan tidak ada tanah yang menonjol).
  • kemudian tanah bisa dibiarkan selama satu hari agar pupuk dan tanah dalam keadaan netral atau dengan kata lain mendinginkan suhu pupuk.
  • keesokan harinya baru bisa melakuan penyemaian benih, sebaiknya sebelum disemai benih direndam sekitar 2-3 jam untuk merangsang pertumbuhan benih.
  • selanjutnya garis permukaan bedengan dengan menggunakan bambu/semacamnya untuk meletakan benih(usahakan jarak jangan terlalu rapat). Setelah tergaris rapi kemudian taburkan benih pada lubang-lubang akibat garisan yang dibuat sebelumnya.
  • tutup bekas garisan yang sudah terisi dengan benih  dengan menggunakan tanah.
  • lalu tutup permukaan bedengan dengan menggunakan jerami atau karung untuk menghindari terik matahari yang menyengat.
  • setelah 3-5 hari biji cabai akan bertunas. Setelah itu buka jerami yang menutupi permukaan bedengan dan kemudian diganti dengan atap plastik. Atap plastik bertujuan untuk menghalangi terik matahari dan hujan yang lebat karena bisa mengganggu tuas cabai yang baru akan tumbuh. Atap plastik sebaiknya diberi jarak antara 40-50 cm dari permukaan bedengan.
  • terakhir adalah perawatan tanaman saat penyemaian. Lakukan peyiraman secara ritin dan pengendalian hama dan penyakit secara bertahap hingga tanaman cabai siap dipindah kelahan budidaya.
  • Metode penyemaian tradisional ini merupakan metode yang paling banyak digunakan oleh masyarakat petani di Indonesia karena cukup simpel dan biaya tidak terlalu besar.

 

 

Penyiapan Lahan Tanam Cabai

Sebelumnya sudah dilakukan penyemain bibit cabe, untuk selanjutnya sambil menunggu bibit cabai menjelang usia tanam yang harus disiapkan adalah Lahan atau tempat pembesaran tanaman cabai. Pastikan jumlah bibit (benih) cabai yang disemai sesuai dengan jumlah lahan yang tersedia. Bagian terberat dari bertani adalah tahap pembuatan lahan, karena memakan waktu dan tenaga yang lumayan banyak.
Penyiapan Lahan Tanam Cabai

 

 

Pembuatan Lahan

Secara garis besar panduan membuat lahan tanam adalah sebagai berikut:
  • Pembuatan Bedengan
  • buat bedengan dengan ukuran kira-kira panjang 10m, lebar 100 cm, tinggi 30-40 cm dan jarak parit antara bedengan 40 cm
  • bedengan pertama-tama dibuat dengan tinggi 30 cm. selantunya tambahkan pupuk berupa pupuk kandang, pupuk kimia (NPK,Urea, atau sejenisnya). Apabila kadar keasaman tanah tinggi, anda bisa menggunakan tambahan bubuk kapur untuk menetralkannya. Kemudian gunakan pupuk kira-kira dengan dosis 50 kg per 10 meter.
  • setelah pupuk sudah dibagikan selanjutnya adalah menimbun permukaan bedengan dengan tanah agar pupuk tertutup dan usahakan timbunan jangan terlalu tebal lalu kemudian diratakan sebelum dipasang plastk mulsa.
  • pastnya proses penyiapan bedengan akan memakan waktu cukup lama.

 

 

Menggunakan Mulsa

Anda bisa saja tidak menggunakan mulsa, tapi saya sarankan untuk menggunakannya karena akan menambah produktivitas tanaman dan memudahkan perawatan tanaman. Keunggulan menggunakan plastik mulsa diantaranya adalah memudahkan proses perawatan tanaman, tanaman terhindar dari Gulma atau ruput-rumput liar, menetralkan suhu tanah, meminimalkan serangan hama seperti thrips, tungau, ulat, aphid dan lain-lain. Berikut adalah panduan memasang plastik mulsa untuk tanaman cabai:
Bahan dan Alat-alat yang perlu disiapkan
  • plastik mulsa (bisa ukuran lebar 1 m atau 1,2 m)
  • penjepit mulsa, bisa menggunakan bambu atau yang lainnya.

 

Cara memasang plastik mulsa 
  • proses pemasangan plastic mulsa sebaiknya dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  • usahakan mulsa dipasang pada saat terik matahari (panas) agar mulsa bisa terpasang dengan kencang dan pas.
  • tarik kedua ujung mulsa hingga plastic mulsa menjadi melar dan metutupi seluruh permukaan bedengan, mulsa yang berwarna silver di bagian atas dan warna hitam di bagian bawah.
  • selanjutnya gunakan penjepit mulsa dengan kencang agar mulsa kuat dan tidak rusak saat terkena angin kuat.
  • setelah mulsa terpasang kemudian selanjutnya mulsa diberi lubang dengan jarak 30-45 cm. lubang ini berguna untuk menanam cabai yang akan dipindahkan dari persemaian.
    memasang mulsa

 

 

Perawatan Cabai Rawit Pasca Penyemaian

Setelah proses penyemaian dan penyiapan lahan lebih kurang dalam waktu satu bulan, tanaman cabai siap dipindahkan ke lahan pembesaran. Apabila proses penyemaian dilakaukan dengan perawatan yang maksimal maka bibit cabai sudah siap untuk dibesarkan. 
 

Pemindahan tanaman cabai di lahan terbuka

  • pemindahan sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Tujuannya untuk menghindari terik matahari yang terlalu menyengat.
  • pemindahan dilakukan apabila keadaan tanah tidak kering, yaitu setelah terjadi hujan untuk menghindari tanaman mati setelah ditanam.
  • usahakan akar pada bibit saat ditanam tidak tertekuk atau baengok.
  • setelah cabai tertanam kemudian berikan pelet yang sudah dicampur dengan iksektisida bubuk seperti lanet, marssal dan sejenisnya untuk pengendalian hama pasca tanam.

 

 

Perawatan Cabai Rawit di Lahan Terbuka Hingga Panen

  • lakukan pengendalian hama dan penyakit secara rutin dengan penyemprotan insektisida, fungisida dan penambahan pupuk pada tanaman cabai rawit.
  • penyemprotan bisa dilakukan seminggu dua kali atau seseuai kebutuhan.
  • apabila tanaman cabai sudah terserang hama dan penyakit harus mengambil langkah tegas dan cepat diobati dan dikendalikan.
  • penambahan pupuk setelah pertengahan waktu tanam. Sebaiknya pupuk kembali ditambahkan setelah cabai mulai berbunga bisa dengan Urea, NPK, pupuk cair dan pupuk-pupuk kimia lain.
  • setelah cabai berbuah semprot dengan perangsang buah.

 

 

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian Hama

  • Ulat Grayak, ulat grayak menyerang bagian daun tanaman dan mengganggu pertumbuhan tanaman. Cara penanggulangan bisa secara manual dengan diambil atau bisa juga menggunakan insektisida.
  • Tungau, tungau akan menyerang bagian daun tanaman dan menyebabkan daun menjadi keriting. Cara penanggulangan bisa dengan menyemprotkan akarisida dan insektisida.
  • Kutu Daun, menyerang bagian daun tanaman dan berakibat daun keriting yang kemudian akan memicu jamur dan cendawan pada daun. Cara pengendaliannya dengan insektisida yang mengandung bahan fipronil.
  • Lalat Buah, menyebabkan kerusakan buah, buah akan busuk. Cara pengendaliannya dengan menyemprotkan isektisida atau dengan perangsang lalat buah seperti Atraktan.
  • Trips (thrips), menyebabkan dan cabai menjadi kuning dan berbercak. Cara pengendalian dengan menyemprotkan insektisida.

 

 

Pengendalian Penyakit

  • Daun Keriting Mozaic, ciri-ciri Kerdil, warna daun belang-belang hijau tua-muda, ukuran daun lebih kecil, tulang daun akan berubah menguning. Cara pengendaliannya dengan mencabut cabai yang sudah terserang penyakit mosaic ini atau dengan penyemrotan Insektisida.
  • Bule (virus kuning) karena virus Gemini yang terbawa dari benih atau ditularkan kutu, Sulit dilakukan, paling hanya dengan membasmi kutu pembawa virusnya dengan Insectisida
  • Cendawan Fusarium sp, Verticilium sp  & Pellicularia sp Bakteri Pseudomonas solanacearum, ciri-ciri Layu dan mati. Cara pengendaliannya adalah dengan  memusnakan tanaman agar tidak menular.
  • Busuk Cabang dan Busuk Kuncup disebabkan oleh Phytophthora capsici, ciri-ciri Kuncup berwarna hitam & akhirnya mati. Cara pengendalian dengan fungisida,  pilih yang memiliki perekat.
  • Patek atau antraknosa,  karena cendawan Colletotrichum gloeosporioides yang dibawa sejak benih, ciri-ciri mati pucuk, daun dan batang busuk kering. Buah akan menjadi busuk seperti terbakar, gunakan fungisida.

 

 

Tahap Pemenenan Cabai Rawit

Cabai rawit yang berusia lebih kurang 3 bulan semenjak ditanam di lahan terbuka biasanya sudah berbuah dan siap untuk dilakukan pemanenan. Cabai rawit bisa dipanen dalam waktu seminggu sekali, sebaiknya cabai rawit dipanen dengan selang waktu 10 hari agar buah cabai sudah benar-benar padat dan memiliki berat yang bagus. Sedangkan untuk cabai rawit yang inin dipanen saat merah waktunya akan lebih panjang dan menunggu hingga cabai rawit menjadi merah.
 
Untuk pemanenan cabai rawit saya rasa tidak perlu ada pembahasan khusus karena pastinya pembaca sudah paham dan mengetahui bagaimana cara memanennya. Dan yang terpenting adalah perawatan dan pengendalian masih harus rutin dilakukan walaupun cabai sudah masuk usia panan, karena tidak menuntut kemungkinan bisa rusak karena hama dan penyakit. 
 
Sekian dulu artikel ini saya buat, apabila ada kesalahan dalam penulisan harap maklumi dan apabila ada yang tidak sesuai dari tulisan ini bisa dikoreksi pada kolom komentar di bawah. Terimakasih dan salam sukses petani Indonesia semoga menjadi lebih baik lagi.
 
Sumber Gambar: 
Dokumentasi Admin dan group facebook Petani Cabe Indonesia. 

Artikel Terkait

21 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *