Dampak Rokok Terhadap Tingkat Emosi Seseorang

Merokok merupakan sebuah kebiasaan yang dapat menyebabkan ketagihan. Sebagaimana telah dijelaskan oleh pakar ilmu kesehatan bahwa merokok tidak bagus bagi pelakunya bahkan terhadap orang lain. walaupun sudah banyak peringatan mengenai dampak negatif rokok lantas tidak membuat para pecandunya menjadi berhenti. Perlu diketahui bahwa merokok bisa menyababkan munculnya berbagai macam penyakit dan yang lebih parahnya berpengaruh terhadap kondisi mental dan emosi seseorang. 

Dalam bahasa kesehatan merokok di sebut sebagai “Tobacco Depedency” atau secara pengertian adalah ketergantungan pada tembakau, yaitu penggunaan tembakau  yang menetap, biasanya lebih dari setengah bungkus rokok per hari, dengan tambahan penganggapan rokok terhadap kebutuhan pokok.
 
Dampak Rokok Terhadap Tingkat Emosi Seseorang
 
Merokok merupakan hak asasi manusia, namun merokok merugikan kesehatan dan tidak hanya bagi perokok sendiri akan tetapi juga bagi orang lain di sekitarnya. Demikian juga bagi mereka yang bukan merupakan perokok, bahwa mereka yang bukan perokok mempunyai hak untuk menghirup udara bersih dan bebas asap rokok. Perokok pasif adalah orang yang menghisap asap rokok dari orang lain dan perokok pasif  mempunyai resiko kesehatan yang sama seperti resiko perokok aktif.
 
Yang dimaksud dengan Emosi merupakan luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam kurun waktu yang singkat, keadaan reaksi psikologis dan fisiologis seperti perasaan kegembiraan, perasaan kesedihan, perasaan keharusan, perasaan kecintaan, perasaan berani yang bersifat subyektif. atau sebagai satu keadaan yang terangsang dari diri individu, mencakup perubahan-perubahan yang disadari, yang mendalam sifatnya dan perubahan perilaku. Kebiasaan merokok dapat menimbulkan perasaan/ emosi negatif. Banyak orang yang menggunakan rokok untuk mengurangi perasaan negatif, misalnya perasaan marah, gelisah, cemas, dan bahkan rokok dianggap sebagai penyelamat. 
 

Dampak Rokok Terhadap Emosi Seseorang di antaranya:

1. Penyakit Psikotik Rokok

Penyakit ini merupakan penyakit mental yang dapat mempengaruhi pemikiran, emosi dan perilaku seseorang. Penyakit ini timbul karena akibat dari kerusakan sel-sel otak. Sebuah analisa ilmiah yang dimuat dalam jurnal Lancet Psychiatri “perokok beresiko tiga kali lebih tinggi terkena psikosis dan memiliki risiko lebih tinggi untuk menyalagunakan zat-zat yang berbahaya terhadap kesehatan”.  Sebenarnya masih banyak lagi penyakit yang disebabkan oleh penggunaan rokok, misalnya jantung, kangker, gangguan kehamilan dan sebagainya. 
 

2. Reaksi Ketergantungan

Merokok telah menjadi permasalahan yang semakin serius, karena merokok dapat mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit yang dapat berdampak kepada perokok itu sendiri (pengguna aktif) maupun orang lain di sekitarnya yang tidak merokok (pengguna pasif). Rokok secara luas telah menjadi salah sebuah hal yang menyebabkan kematian paling banyak di dunia. Dalam hal, pemahaman terhadap kondisi atau keadaan orang lain sangat dibutuhkan bagi perokok, ketika pada saat mereka berada di tempat umum. Tetapi di samping itu, bagi seseorang yang sudah terbiasa mengkonsumsi rokok akan sangat sulit untuk berhenti karena ketagihan (ketergantungan). Secara biologis, pengaruh nikotin yang ada pada rokok akan menyebabkan perokok akan merasa lebih tenang, daya pikir serasa lebih cemerlang, dan mampu menekan rasa lapar. Hal inilah yang menyebabkan banyak dari para perokok mengalami kesulitan ketika ingin berhenti merokok.
 

3. Berubahnya Perilaku

Emosi sama dengan perasaan. Akibat dari ketergantungan akan sangat berpengaruh terhadap cara berperilaku atau mood seseorang. Muncul pertanyaan “bagaimana jika seorang yang memiliki ketergantungan tidak mendapatkan barang untuk menutupi rasa ketergantungannya”, pastinya akan muncul perasaan tidak nyaman, cemas, gelisah yang akan sangat berdampak terhadap tindakan yang akan dilakukannya. Banyak sekali kasus yang terjadi dalam upaya berhenti merokok, kebanyakan dari mereka tidak bisa berhenti dan berpendapat apabila berhenti merokok tubuh terasa lemas, perasaan menjadi kacau, kalut dan cepat marah.
Demikian sedikit artikel dari penulis tentang dampak rokok terhadap tingkat emosi, apabila terdapat kesalahan di dalam saya membuat tulisan saya ucapkan ribuan maaf, sekian dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *