Cara Penulisan Footnote atau Catatan Kaki yang Benar

Cara Penulisan Footnote atau Catatan Kaki yang Benar –  Footnote atau catatan kaki yaitu  catatan di kaki halaman untuk menyertakan sumber suatu kutipan, pendapat, pernyataan, atau ikhtisar berasal. Sebagai pelajar haruslah kita menguasa bagaimana cara penulisan catatan kaki yang benar. Menulis Footnote atau catatan kaki kita haruslah telit, banyak sekali yang salah persepsi penulisan catatan kaki di samakan dengan daftar pustaka, sebenarnya tidak begitu.

 

Berikut adalah Cara Penulisan Footnote atau Catatan Kaki:

Cara Penulisan Footnote (Catatan kaki) dari Buku

Satu Pengarang

Arifin Zainul, Dasar-dasar Manajemen Bank Syariah, Azkia Publizer, Jakarta, 2009, hlm 100

Dua Pengarang

Muhamad dan Arifin Zainul, Bank Syari’ah Analisis kekeuatan, Peluang, Kelemahan dan Ancaman, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2004, hlm 20

contoh dapat di lihat pada gambar:

cara penulisan footnote
contoh penulisan catatan kaki bersumber dari buku

 

Cara Penulisan Footnote (Catatan kaki) dari Internet

Nanda Trio Rahardjo, “Makalah Manajemen Dana Bank Syariah”, Makalah Islam , diakses dari http://mahasiswa-kupukupu.blogspot.com/2015/111/manajemen-dana-bank-syariah.html, pada tanggal 016 november 2015 pukul 20.14

cara penulisan footnote
contoh penulisan catatan kaki bersumber dari internet

 

Cara Penulisan Footnote (Catatan kaki) dari Majalah

’’Sukma Widiani’’ Degos puta, 24 Desember 2014, hlm. 33

 

Footnote (Catatan kaki) dari Surat Kabar

Kompas, 16 November 2013, hlm. 11

 

Keterangan Penting:

Dalam penulisan footnote atau catatan kaki yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.

  • Nomor footnote agak diangkat sedikit di atas baris biasa, tetapi tidak sampai setinggi satu spasi. Nomor itu jauhnya tujuh huruf dari margin atau tepi teks, atau sama dengan permulaan alinea baru. Jika catatan kaki terdiri lebih dari dua baris, baris kedua dan selanjutnya dimulai di garis margin atau tepi teks biasa.
  • Nama pengarang ditulis menurut urutan nama sebenarnya, tidak dibalik layaknya daftar pustaka.tidak perlu menuliskan gelar atau title sarjana penulis. Misalnya Dr., Ir., dan sebagainya.
  • Untuk Judul Buku di tulis miring atau garis bawah.
  • Jika buku atau referensi ditulis oleh dua atau tiga orang, nama pengarang dicantumkan semua.
    Jika sumbernya berasal dari internet: Nama depan dan belakang penulis, “Judul dokumen,” nama website (situs) , alamat web komplit, tanggal dokumen tersebut di download.
  • Pengarang yang lebih dari tiga orang, ditulis hanya nama pengarang pertama, lalu di belakangnya ditulis et al., atau dkk.

 

Dalam menuliskan catatan kaki, digunakan singkatan-singkatan yaitu agar penulis tidak mengulang-ulang menulisnya, yaitu :

Ibid., singkatan dari ibidem yang berarti ‘di tempat yang sama dan belum diselingi dengan kutipan lain’.
Keterangan: apabila catatan kaki tidak di selingi dengan sumber lain.  Tuliskan Ibid., (apabila kutipan diambil dari halaman yang sama), gunankan Ibid., hlm (apabila kutipan berasal dari halaman yang berbeda).

cara penulisan footnote
contoh penulisan ibid

 

Op.Cit., singkatan dari opere citato, artinya ’dalam karangan yang telah disebut dan diselingi dengan sumber lain’.

Keterangan: Op.cit., apabila satu referensi di selingi dengan referensi lainya, tetati hanya diselingi satu sumber saja.

cara penulisan footnote
contoh penulisan op.cit

loc.cit, kependekan dari loco citato, artinya ‘di tempat yang telah disebut’. loc. Cit digunakan jika kita menunjuk ke halaman yang sama dari suatu sumber yang telah disebut.

Demikian sedikit artikel dari saya tentang catatan kaki. Semoga bermanfaat !!!

baca juga: Cara Menulis Makalah sesuai standar yang benar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *